Mastektomi di RSU Bunda
Mastektomi di RSU Bunda
Facility Services Available at RSU Bunda
Apa yang perlu Anda ketahui tentang Mastektomi di Jakarta
Mastektomi dikenal juga sebagai operasi pengangkatan payudara, yaitu operasi yang dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker dari satu atau kedua payudara. Operasi ini bertujuan untuk menyembuhkan kanker payudara dan biasanya dilakukan ketika seorang wanita tidak dapat diobati dengan operasi konservasi payudara (lumpektomi). Operasi ini juga dapat dilakukan pada seseorang yang mengidap penyakit Paget payudara atau ginekomastia. Namun, beberapa orang melakukan mastektomi karena alasan pribadi lainnya. Ada beberapa jenis mastektomi berdasarkan cara operasi dilakukan dan berapa banyak jaringan yang diangkat. Jenis-jenis tersebut adalah mastektomi total (sederhana), mastektomi ganda, mastektomi hemat kulit, masktektomi hemat-puting, dan mastektomi radikal.
Sebelum operasi, ahli bedah Anda akan memberikan petunjuk tentang berbagai larangan yang harus Anda ikuti, seperti berhenti minum obat pengencer darah selama sekitar satu minggu sebelum operasi dan puasa selama 8 hingga 12 jam sebelum operasi. Mastektomi dilakukan dengan anestesi umum (bius total). Dokter bedah Anda akan membuat sayatan dan memisahkan jaringan payudara dari kulit di atas dan otot di bawahnya. Tergantung pada prosedur yang Anda pilih, bagian payudara yang lain juga dapat diangkat. Kemudian, ahli bedah akan menutup sayatan dengan jahitan dan menutup jahitan tersebut dengan perban. Operasi mastektomi berlangsung selama satu sampai tiga jam.
Berapa lama masa pemulihannya?
Setelah operasi, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan untuk dipantau. Anda mungkin harus menginap di rumah sakit selama satu sampai dua hari, namun bisa lebih lama apabila anda juga melakukan rekonstruksi payudara. Anda harus menunggu setidaknya 2 hingga 3 minggu sebelum kembali bekerja dan melakukan rutinitas sehari-hari. Normalnya, periode pemulihan adalah sekitar 4 hingga 6 minggu.
Bagaimana tingkat kesuksesannya?
Tingkat keberhasilan mastektomi cukup tinggi, dengan 81,2% wanita yang memiliki kanker payudara dan menjalani operasi ini bertahan lebih dari sepuluh tahun. Untuk mereka yang memiliki ginekomastia, mastektomi memiliki tingkat keberhasilan sebesar 90%.
Meski aman dan efektif, operasi ini tetap memiliki beberapa risiko dan efek samping, seperti infeksi, pendarahan, dan mati rasa.